Sejarah SD Fransiskus Pringsewu

 

Tanggal 4 Juni 1932 empat Suster Fransiskan dari St. Georgeus Martir Thuine datang di Pringsewu untuk membantu misi di Lampung.

Karya pelayanan pertama Suster Fransiskan dari St. Georgeus Martir Thuine adalah di bidang pendidikan untuk memberikan perhatian dan membantu kebutuhan anak-anak dari para transmigran Jawa.

Sekolah ini didirikan pada tanggal 11 Juli 1932 oleh Sr. Engelmunda dengan nama sekolah HIS atau St. Beda School di Pring Amba, Pringsewu. Murid pertama berjumlah 35 orang yang berusia antara 4 sampai 16 tahun.

WhatsApp Image 2023-04-19 at 09.52.52.jpeg

Sekolah tersebut dinamakan St. Beda School sebagai tanda terimakasih kepada Mr. Maria Beda ketika itu menjadi pemimpin Jendral di Thuine, Jerman. Sekolah masih menggunakan model pembelajaran berkelompok dan berpindah-pindah.

Pada tahun 1946 kegiatan belajar mulai dirintis menggunakan ruang Susteran Pringsewu.

Secara administrative, SD ini berada dalam naungan Yayasan Xaverius Palembang. Gedung sekolah mulai didirikan secara permanen pada tahun 1951 dengan ruang belajar untuk tiga kelas. Bapak Pawit Padmowihardjo sebagai Kepala Sekolah.

Pada tahun 1965 ada penambahan bangunan kelas 1-5. Beberapa rehap dan perbaikan telah dilaksanakan dalam rentang waktu puluhan tahun.

Pada tanggal 4 Februari 1984 bergabung dengan Yayasan Xaverius Tanjungkarang.

Pada tanggal 8 Agustus 1988 dengan Nomor Surat Izin Pendirian: 8604/I 12 F5/I.5/1988 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Lampung memberikan izin kepada Yayasan Xaverius Pringsewu, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarkan/ mendirikan SD Xaverius dengan Nomor Registrasi/NSS sebagai berikut:

1  0  4  1  2  0  1  0  7  0  1

Seiring dengan perkembangan karya Tarekat Suster – Suster Fransiskan dari St. Georgeus Martir Thuine, dirasakan kebutuhan untuk memperluas wawasan. Proses menuju pemenuhan visi misi melalui Yayasan Dwi Bakti Pringsewu bagian Pendidikan yang terletak di Jalan Gereja No. 13 Pringsewu 35373 Tanggamus-Lampung mengganti nama Sekolah Dasar (SD) Xaverius Pringsewu menjadi Sekolah Dasar (SD) Fransiskus Pringsewu mulai tanggal 1 Juli 1997 secara resmi.

SD Fransiskus Pringsewu dari tahun ke tahun semakin berkembang dalam bidang akademik, non akademik, ekstrakulikuler, dan fasilitas belajar. Banyak prestasi bermunculan sesuai dengan bakat dan talenta yang dipunyai oleh anak-anak. Guru-guru serta karyawan karyawati yang hebat tak kalah penting punya talenta yang luar biasa sehingga membuat SD Fransiskus Pringsewu terkenal luas di masyarakat sekitar bahkan di Tingkat Nasional.

Yayasan Dwi Bandarlampung saat ini telah berubah menjadi 180 derajat dengan dilaunchingkanya Buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter pada 19 Oktober 2019 bersamaan dengan Kongregasi FSGM yang merayakan 150 tahun berdirinya. Sekolah Fransiskus melaksanakan pendidikan karakter berdasarkan semangat dan nilai-nilai hidup Muder M. Anselma Bopp. Nilai-nilai hidup dituangkan dalam lima pilar, yakni Cinta kasih Allah yang Penuh Kerahiman, Cerdas, Jujur, Toleran, dan Disiplin. Dari pendidikan karakter yang diberikan di sekolah membuat peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi peserta didik yang unggul, cerdas, dan berkarakter baik.

Pada tahun 2020 dunia dikagetkan dengan pandemi Covid-19 yang membuat dunia perekonomian menjadi lumpuh dan berantakan. Dunia pendidikan pun terkena dampaknya. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi para murid dan guru tetap bisa belajar di rumah saja dengan sistem pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau luring (luar jaringan). Walau dalam masa pandemi SD Fransiskus Pringsewu justru banyak meraih prestasi sampai ke tingkat Nasional baik guru maupun peserta didiknya.

Dengan adanya Covid-19 makin terbukalah kreasi dan kreatifitas dari berbagai pihak yang mencoba mempublikasikannya dalam media sosial berupa facebook, youtobe, instagram, dan web serta tik-tok sehingga menjadikan SD Fransiskus Pringsewu menjadi terkenal di dunia.

Kunjungilah situs SD Fransiskus Pringsewu di berbagai media sosial sebagai berikut :

@Sdfransiskuspsw

 

WhatsApp Image 2023-04-19 at 09.36.03.jpeg

Sampai saat ini SD Fransiskus Pringsewu telah berusia 91 tahun hampir memasuki satu abad. Puji dan syukur kami haturkan kepada Allah Sang Sumber Rahmat sebab dia telah menaungi, menuntun, membimibing dan menaruh berkat melimpah dalam perjalanan SD Fransiskus Pringsewu yang kami cintai dan banggakan. “Tuhan bagiku tidak ada sesuatu pun yang terasa terlalu berat”. (wasiat Muder M. Anselma Bopp) dan “Engkau menaruh tangan-Mu di atasku”. (Maz. 139 : 5)

 

Salam Pancasila.
Salam Fransiskus, Berjiwa Besar.

WhatsApp Image 2023-04-19 at 09.29.45.jpeg

WhatsApp Image 2023-04-19 at 09.29.44 (1).jpeg

WhatsApp Image 2023-04-19 at 09.29.44.jpeg

Fransiskus Magnanimus

~tim web 2023~

 

 

error: Content is protected !!